
Arsip Penulis: nurulrobaniyah
9.jpg

5.jpg

Tentang Aku , dan Kawan
Kawan kamu segalanya bagiku
Di saat aku membutuhkan kamu,
Kamu selalu ada di sampingku
Disaat aku sakit kau selalu memberi semangat untukku
Disaat aku kesusahan
kau selalu menolongku.
Ingat kawan kenangan kita .SSBB. (Susah senang bareng bareng)
Just The Way You Are
Think About it
Wanita memang sangat bermain dengan perasaan. Ada disaat nada yang sama dengan biasanya bisa saja ditangkap menyakitkan. Satu lirikan mata saja bisa dianggap sebagai lemparan kerikil tajam yang menghujam di hati. Niat hati tidak melukai, tetapi tiba-tiba terjadi mendung dan mulailah hujan local di kelopak mata.
Menjadi sensitive, membesarkan yang kecil. Jika perluasan makna itu baik untuk pemahaman kata, maka hal ini tidak berlaku untuk perluasan masalah yang tadinya kecil menjadi besar. Pikiran menjadi kemana-mana. Hati menjadi sesak karena pikiran negative yang bersarang di otak.
Satu kata ucapan singkat terbaca “ketus”. Satu kalimat sensitive menjadi “menyakitkan”. Satu kata canda menjadi “Sadis”. Sudah tau resiko yang didapat itu hanyalah rasa sakit , masih saja dilakukan. Marah, ketus, sadis, menangis. Seakan menjadi tidak dibutuhkan dan terbuang.
Satu pikiran berkembang menjadi beribu-ribu cabang. Menumbangkan berjuta kebaikan dengan satu kesalahan yang mungkin itu bisa jadi bukan kesalahan. Berfikirlah positif non bahkan teorinya sudah berjilid-jilid buku diacanya. Namun memang antara teori dan praktik itu tidak selalu berjalan lurus.
Belajarlah, belajarlah belajarlah sampai mati. Jangan menyerah untuk belajar. Belajar bersabar, belajar berpikiran positif dan belajarlah dari semua orang di sekelilingmu. Satu pertanyaan muncul “kenapa harus mempelajari hal buruk juga, padahal hal baik itu masih saja BELUM terpuaskan untuk dipelajari?”. Satu jawaban muncul dari hasil pencarian “suatu hal dikatakan baik karena ada pembandingnya”. Cukup satu kalimat yang sebenarnya pun juga sudah diketahui ilmunya. Sekali lagi mengamalkan memang butuh perjuangan yang sangat keras. Bertahanlah bertahanlah bertahanlah, non!
“wahai orang-orang yang beriman! Besabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”
Ingat-ingat pesan itu non. Juga hadist ringan yang dihafalkan anak-anak TK “La taghdhob walakal jannah. Jangan kau marah, bagimu surga”. Bersabarlah bersabarlah bersabarlah, non.
Jadilah wanita tangguh. Jangan cengeng karena masalah ini. Dan ini bukanlah menjadi masalah jika selalu berfikir positif.
:D
cie gak nyangka sudah 2taun loh kita sama”:* cie nuki:p sebelum pargi kemaren preparenya itu lucu bgt hihi ,sebelum hari H-nya sudah direncanain dan beli cauple sama hehe:3 pas dijalan itu rasanya……………………..:* apalagi pas baru nyampe pasti langsung ke km:D misah2 😮
rencananya pengen rayain bareng aya ayu ipah oca piki citra rani di nav tapi rakinya gamau kareokean huhu ,yasudah endnya ngerayain ber2 deh digdg:* yathn setiap hangout sama raki itu ini hati nyaman bgt kisshug ketawa tawa bareng drama bgt lagi wkk takapa seru bgt:D pas liat film gak ada film bagus rencananya sih mau nonton RUMAH KENTANG tapi masih cooming soon u,u sedih bgt ,endnya nonton film yang lain deh:| takapa yang penting ber2an sama yayang kedol:3 pas beli popcorn sama minuman siraki gamau yang diluar pdahal kan enakan yang diluar:o takapa deh:’) pas nonton kaya biasanya kita ber2 sweet bgt deh aaah:3 hihi pas selesai nonton gak jauh pasti ke toilet dulu sebelum nyari makan:& end……………….nyampe juga ditempat makan tempat kita makan disolaria hmmmm yummy:3 tapi sempet dibikin bt juga sama raki masa dia maen makan duluan ajah gamau nungguin gue 😦 kata dia “maaf sayang aku laper bgt hehe” yah sama gue juga laper duhduhh raki itu makannya bikin org ngiler huh, pas pesenan gue dateng eh si raki mesen makanan lagi wkk dasar gak ada kenyangnya :p
pas selesai makan kita foto” deh hihi:’) habis makan gue jalan” dulu dong hehe pas mau otw pulang hampir ajah mau ditilang:( si raki sih oon disuruh pake helm malah gak dipake:@ endnya gue turun tengah jalan deh u,u tapi pas gue jalan polisinya baik loh haha lolos deh yipi 😀 pas mau pulang nyari darkit gak ada yang buka ,biasa siraki kalo tiap pulang hangout pasti bawa buah tangan buat mertua mamague dan adeipar adegue hehe
sudah ya pegel hihi next time again bye:’)
Kisah Badu anak nakal dan pohon mangga tua
Alkisah ada sebuah desa yang dikenal dengan kampung mangga disebuah negeri antah berantah, kenapa desa itu disebut kampung mangga, sudah pasti desa tersebut terkenal dengan hasil buah mangga yang sangat manis dan harum sekali. Tak jarang banyak sekali orang dari kampung tetangga yang datang untuk membeli mangga dari kampung mangga yang sangat terkenal manis dan harum itu.
Selain terkenal dengan kampung mangga, ternyata di kampung mangga ada sebuah pohon mangga yang sudah sangat tua sekali. Mangga yang dihasilkan oleh pohon tua itu sangat manis, sehingga pohon tua itu sangat disukai oleh warga kampung mangga bahkan dirawat dengan baik.
Pada suatu hari ada seorang anak yang sangat terkenal nakal di desa itu, Badu namanya. Badu terkenal sangat nakal di kalangan teman-teman sekolahnya, Badu sering sekali bolos sekolah dan tertangkap basah sedang mencuri mangga dari pohon seorang tetangganya.
Suatu hari, setelah bel pulang sekolah, badu mengajak teman-temannya mencuri buah mangga dari pohon mangga tua yang ada di pinggiran desa. Teman-temannya mengetahui kalau pohon yang ditunjuk badu adalah pohon mangga tua yang sangat dirawat oleh warga kampung mangga, namun Badu tidak mengetahuinya.
Sangat kesal karena tidak ada teman yang menemaninya untuk memetik mangga, akhirnya Badu nekat berangkat sendiri ke pohon mangga tua siang itu.
Sesampainya disana Badu melihat betapa mudahnya mangga-mangga manis itu dipetik, karena sangat dekat sekali jaraknya dari tanah. Kemudian badu meloncati pagar yang mengelilingi pohon mangga tua itu.
“Heran aku, pohon mangga setua ini kok tidak ada yang memetiknya?”, gumam Badu melihat pohon mangga tua.
Ternyata Badu tidak mengetahui kalau ternyata Pohon mangga itu tidak boleh sembarangan kalau ingin memetiknya. Ada sebuah pantangan yang tidak boleh dilanggar oleh warga kampung mangga jika ingin memetik mangga dari pohon mangga tua itu, yaitu pohon mangga tua hanya boleh di petik jika meminta ijin kepada kepala adat yang ada di kampung itu. Itulah sebabnya teman-teman Badu tidak ada yang mau menemani Badu memetik mangga dari pohon tua itu.
Memang dasar Badu anak yang nakal, dia tidak menghiraukan larangan teman-temanya, ia malah nekat memetik beberapa buah mangga dari pohon mangga tua itu.
Beberapa hari kemudian, warga kampung mangga dikejutkan oleh kejadian yang aneh, mereka menemukan pohon mangga yang mereka tanam di depan rumah mereka menjadi kering semua. Spontan mereka kaget dan berkumpul di depan rumah kepala adat kampung itu.
“Ada seseorang yang telah lancang memetik mangga dari pohon mangga tua yang ada di pinggir kampung”, nada kepala adat sangat marah sekali. Semua warga kampung saling berpandangan satu sama lain, “siapa ya” mereka bergumam.
Tak ada satupun yang mengaku, sampai akhirnya kepala adat berkata, “Hanya ada satu cara untuk mengetahui siapa yang telah mencuri mangga dari pohon mangga tua itu, dia akan merasakan sakit perut yang amat sangat 7 hari setelah ia memakan mangga itu, dan sampai akhirnya ia tidak bisa ditolong lagi.”
Badu yang mendengar kutukan pohon mangga seperti tersambar petir di siang hari, sontak dia langsung melompat kedepan kerumunan para warga, “Aku…aku..aku yang memetiknya pak..” Teriak Badu sambil terisak-isak menangis. “Tolong jangan sampai kutukan itu terjadi kepada aku”, Pinta Badu kepada kepala adat sambil menunduk dan mencium kaki kepala adat.
Akhirnya setelah mengakui kesalahannya, kini si Badu sadar bahwa ia telah melakukan hal yang salah. Danj kutukannya berhasil dicabut. Kini Badu menjadi anak yang baik dan tidak mencuri mangga dari pohon tetangganya lagi.
Hikmah dari dongeng anak kali ini adalah janganlah kita mengambil yang bukan hak kita serta patuhilah norma-norma yang ada disekeliling kita, jangan pernah mengabaikan hal yang sekecil apapun yang ada di sekeliling kita karena bila dilanggar akan fatal akibatnya. Mari hidup dengan penuh kejujuran dan kedamaian.
Riwayat Kisah Nabi Isa SAW
baiklah kali ini saya akan membahas mengenai kisah Nabi Isa AS pada zaman rasul,nah ni kisah nabi and rasul kita isa AS.
Matahari tampak akan tenggelam, angin pun bertiup sepoi-sepoi di sekitar pepohonan. Harum semerbak mulai memenuhi mihrab Maryam. Bau itu menembus jendela mihrab dan mengepakkan sayapnya di sekeliling gadis perawan yang khusuk dalam salat tanpa seorang pun mendengar suaranya. Maryam merasa bahwa udara dipenuhi dengan bau harum yang mengagumkan. Ia kembali melakukan salatnya dengan khusuk dan mengungkapkan syukur kepadaAllahSWT.
Seekor burung hinggap di jendela mihrab. Ia mengangkat paruhnya ke atas dan mengarahkan ke matahari serta mengepakkan kedua sayapnya lalu ia terjun ke air dan mandi di dalamnya. Kemudian ia terbang ringan di sekitamya. Maryam ingat bahwa beliau lupa untuk menyirami pohon mawar yang tumbuh secara tiba-tiba di tengah dua batu yang tumbuh di luar mesjid. Maryam menyelesaikan salatnya lalu ia keluar dari mihrab dan menuju pohon. Belum selesai beliau siap-siap untuk keluar sehingga para malaikat memanggilnya:
Maryam berhenti dan tampak wajahnya yang pucat dan semakin bertambah. Mihrab itu dipenuhi dengan kalimat-kalimat para malaikat yang memancarkan cahaya. Maryam merasa bahwa pada hari-hari terakhir terdapat perubahan pada suasana ruhaninya dan fisiknya. Di tempat itu tidak terdapat cermin sehingga ia tidak dapat melihat perubahan itu. Tetapi ia merasa bahwa darah, kekuatan dan masa mudanya mulai meninggalkan tempatnya dan digantikan dengan kesucian dan kekuatan yang lebih banyak. Beliau menyadari bahwa ia sedang gugup. Beliau merasakan kelemahan manusiawi dan adanya kekuatan yang luar biasa. Setiap kali tubuhnya merasakan kelemahan, maka bertambahlah kekuatan dalam ruhnya. Perasaan yang demikian ini justru membangkitkan kerendahan hatinya. Maryam mengetahui bahwa ia akan memikul tanggung jawab besar.
“Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yong semasa dengan kamu).” (QS. Ali ‘Imran: 42)
Dengan kalimat-kalimat yang sederhana ini Maryam memahami bahwa Allah SWT telah memilihnya dan menyucikannya dan menjadikannya penghulu para wanita dunia. Beliau adalah wanita terbesar di dunia. Para malaikat kembali berkata kepada Maryam:
“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orangyang ruku.” (QS. Ali ‘Imran: 43)
Perintah tersebut ditetapkan setelah adanya berita gembira agar beliau meningkatkan kekhusukannya, sujudnya, dan rukuknya kepada Allah SWT. Maryam lupa terhadap pohon mawar dan beliau kembali salat. Maryam merasakan bahwa sesuatu yang besar akan akan terjadi padanya. Beliau merasakan hal itu sejak beberapa hari, tetapi perasaan itu semakin menguat saat ini.
Matahari meninggalkan tempat tidurnya sementara malam telah bangkit sedangkan bulan duduk di atas singgasananya di langit dan di sekelilingnya terdapat awan-awan yang indah dan putih. Kemudian datanglah pertengahan malam dan Maryam masih sibuk dalam salatnya. Beliau menyelesaikan salatnya dan teringat pohon mawar itu lalu beliau membawa air di suatu bejana dan pergi untuk menyiramnya.
“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS. Ali ‘Imran: 42)
Pohon mawar itu tumbuh di antara dua batu di tempat yang tidak jauh dari mesjid yang hanya ditempuh beberapa langkah darinya. Tempat itu jauh dari jangkauan manusia sehingga tak seorang pun mendekatinya. Tempat itu sudah dijadikan tempat yang khusus bagi Maryam untuk melakukan salat di dalamnya atau beribadah. Maryam mendekati pohon mawar itu dan menyiramnya. lalu beliau meletakkan bejana, kemudian ia memikirkan pohon mawar itu di mana tangkainya semakin panjang pada dua malam yang dilaluinya.
Tiba-tiba, Maryam mendengar suara derap kaki yang mengguncang bumi. Beliau tidak mendengar suara kaki yang berjalan, tetapi beliau mendengar suara kaki yang menetap di atas batu serta pasir. Maryam merasakan ketakutan. Ia merasakan bahwa ia tidak sendirian. Ia menoleh ke sebelahnya namun ia tidak mendapati sesuatu pun. Kemudian kedua matanya mulai berputar-putar dan memperhatikan suatu cahaya yang berdiri di sana. Maryam gemetar ketakutan dan menundukkan kepalanya. Maryam berkata dalam dirinya, siapa gerangan orang yang berdiri di sana. Maryam memandang kepada wajah orang asing itu, dan menyebabkan ia gelisah. Wajah orang itu sangat aneh, di mana dahinya bercahaya lebih daripada cahaya bulan. Meskipun kedua matanya memancarkan kemuliaan dan kebesaran tetapi wajah orang itu justru menggambarkan kerendahan hati yang mengagumkan.
Pandangan pertama yang dilihat oleh Maryam kepada orang itu mengisyaratkan, bahwa orang itu memiliki kemuliaan yang diperoleh orang yang menyembah Allah SWT selama julaan tahun. Maryam bertanya kepada dirinya, siapa gerangan orang ini? Kemudian seakan-akan orang asing itu membaca pikiran Maryam dan berkata: “Salam kepadamu wahai Maryam.” Maryam dibuat terkejut mendengar adanya suara manusia di depannya. Maryam berkata sebelum menjawab salamnya:
“Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (QS. Maryam: 18)
Maryam berlindung di bawah lindungan Allah SWT dan ia bertanya kepadanya, “Apakah engkau manusia yang mengenal Allah SWT dan bertakwa kepadanya?” Kemudian orang itu tersenyum dan berkata:
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Maryam: 19)
Orang asing itu belum selesai menyampaikan kalimatnya sehingga tempat itu dipenuhi cahaya yang menakjubkan yang tidak menyerupai cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya lampu, cahaya lilin bahkan cahaya api. Di sana terdapat cahaya yang sangat jernih. Kemudian terngianglah di kepala Maryam kalimat: “Aku adalah seorang utusan Tuhanmu.” Kalau begitu, dia adalah penghulu para malaikat, Ruhul Amin (Jibril) yang telah berubah wujud menjadi manusia.
Maryam mengangkat kepalanya dengan gemetar menahan luapan cinta. Jibril berdiri di depannya dalam bentuk manusia. Maryam memperhatikan kejernihan dahinya dan kesucian wajahnya. Benar apa yang diduganya bahwa Jibril memiliki kemuliaan yang diperoleh orang yang menyembah Allah SWT selama jutaan tahun. Kemudian Maryam mengingat kembali kalimat-kalimat yang diucapkan Jibril. Malaikat itu telah mengatakan bahwa ia adalah utusan Tuhannya, dan ia telah datang untuk memberi Maryam seorang anak laki-laki yang suci. Maryam ingat bahwa dirinya adalah seorang perawan yang belum tersentuh oleh seorang pun. Ia belum menikah dan belum dilamar oleh seseorang pun, maka bagaimana ia melahirkan anak tanpa melalui pernikahan. Pikiran-pikiran ini berputar-berputar di kepala Maryam lalu ia berkata kepada Jibril:
“Maryam berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorangpezina!” (QS. Maryam: 20)
Jibril berkata:
“Demikianlah Tuhanmu berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputushan.“‘ (QS. Maryam: 21)
Maryam menerima kalimat-kalimat Jibril. Tidakkah Jibril berkata kepadanya bahwa ini adalah perintah Allah SWT dan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya pasti akan terlaksana. Kemudian, mengapa ia harus (ketika) melahirkan tanpa disentuh oleh seorang manusia pun. Bukankah Allah SWT mendptakan Nabi Adam tanpa seorang ayah dan seorang ibu? Sebelum diciptakannya Nabi Adam tidak ada pria dan wanita. Hawa diciptakan dari Nabi Adam dan ia pun diciptakan dari laki-laki, tanpa perempuan.
Biasanya manusia diciptakan melalui pasangan laki-laki dan perempuan; biasanya ia memiliki ayah dan ibu, tetapi mukjizat terjadi ketika Allah SWT menginginkannya untuk terjadi. Kemudian Jibril meneruskan pembicaraannya:
“Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran searangputra yang didptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.” (QS. Ali ‘Imran: 45-46)
Keheranan Maryam semakian bertambah. Betapa tidak, sebelum mengandung anak itu di perutnya ia telahmengetahui namanya. Bahkan ia menhetahui bahwa anaknya itu akan berbicara dengan manusia saat ia masih kecil. Sebelum Maryam menggerakan lisannya untuk melontarkan pertanyaan lain, Jibril mengangkat tangannya dan mengerahkan udara ke arah Maryam. Kemudian datanglah hembusan udara yang bercahaya yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh Maryam. Lalu cahaya tersebut ke jasad Maryam dan memenuhinya. Tak sempat Maryam melontarkan pertanyaan yang lain, Jibril yang suci telah pergi tanpa meninggalkan suara.
Udara yang dingin telah bergerak dan Maryam pun tampak menggigil. Maryam segera kembali ke mihrabnya. Ia menutup pintu mihrab dan ia tenggelam dalam salat yang khusuk dan ia pun menangis. Maryam merasakan kegembiraan, kebingungan dan kegoncangan serta kedamaian yang dalam. Kini, Maryam tidak lagi sendirian. Sejak Jibril meninggalkannya, ia merasakan bahwa ia tidak lagi sendirian. Ia menggerakkan tangannya yang dipenuhi dengan cahaya, kemudian cahaya ini berubah di dalam perutnya menjadi anak, seorang anak yang akan menjadi kalimat Allah SWT dan ruh-Nya yang diletakkan pada Maryam. Ketika anak itu besar, ia akan menjadi seorang rasul dan nabi yang ajarannya dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang.
Maryam di malam itu tidur dengan nyenyak dan ia bangun di waktu Subuh. Belum lama ia membuka kedua matanya sehingga ia dibuat terkejut ketika melihat mihrab dipenuhi dengan buah-buahan yang sebenarnya tidak lagi musim. Maryam heran melihat hal itu. Ia mulai mengingat apa yang telah terjadi padanya kemarin, yaitu bagaimana kejadian saat menyiram pohon mawar, bagaimana pertemuannya dengan malaikat Jibril, bagaimana Allah SWT meniupkan kalimat-Nya padanya, bagaimana ia kembali ke mihrab, dan bagaimana tidurnya yang nyenyak. Maryam berkata kepada dirinya sambil melihat buah-buahan yang banyak: Apakah aku akan memakan sendirian buah-buahan ini. Kemudian ada suara dalam dirinya yang berkata: “Engkau tidak lagi sendirian wahai Maryam. Kini, engkau bersama Isa. Engkau harus makan dengan baik. Dan Maryam mulai makan.
Lalu berlalulah hari demi hari. Kandungan Maryam berbeda dengan kandungan umumnya wanita. Ia tidak merasakan sakit dan tidak merasa berat; ia tidak merasakan sesuatu telah bertambah padanya dan perutnya tidak membuncit seperti umumnya wanita. Alhasil, kehamilan yang dialaminya dipenuhi dengan nikmat yang baik. Datanglah bulan yang kesembilan. Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa Maryam tidak mengandung Isa selama sembilan bulan, tetapi ia melahirkannya secara langsung sebagai mukjizat.
Pada suatu hari, Maryam keluar ke suatu tempat yang jauh. Ia merasa bahwa sesuatu akan terjadi hari itu. Tetapi ia tidak mengetahui hakikat sesuatu itu. Kakinya membimbingnya untuk menuju tempat yang dipenuhi dengan pohon kurma. Tempat itu tidak biasa dikunjungi oleh seseorang pun karena saking jauhnya; tempat yang tidak diketahui oleh seseorang pun kecuali Maryam.
Tak seorang pun yang mengetahui Maryam bahwa sedang hamil dan ia akan melahirkan. Mihrab yang menjadi tempat ibadahnya selalu tertutup. Orang-orang mengetahui bahwa Maryam sedang sibuk beribadah dan tidak ada seorang pun yang mendekatinya. Maryam duduk beristirahat di bawah pohon kurma yang besar dan tinggi. Maryam mulai merasakan sakit pada dirinya, dan rasa sakit tersebut semakin terasa. Akhirnya, Maryam melahirkan:
“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ‘Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (QS. Maryam: 23)
Rasa sakit saat melahirkan anak yang dialami wanita suci ini menimbulkan penderitaan-penderitaan lain yang segera menantinya. Bagaimana manusia akan menyambut anaknya ini? Apa yang mereka katakan tentangnya? Bukankah mereka mengetahui bahwa ia adalah wanita yang masih perawan? Bagaimana seorang gadis perawan bisa melahirkan? Apakah manusia akan membenarkan Maryam yang melahirkan anak itu tanpa ada seseorang pun yang menyentuhnya? Kemudian pandangan-pandangan keraguan mulai menyelimutinya. Maryam berpikir bagaimana reaksi manusia kepadanya dan bagaimana perkataan mereka terhadapnya sehingga hatinya dipenuhi dengan kesedihan. Belum lama Maryam membayangkan dan meminta agar ia dimatikan dan dilupakan, tiba-tiba anak yang baru lahir itu memanggilnya:
“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu ahan mengugurkan buah kurma yang masak kepadamu makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu rnelihat seorang manusia, maka katakantah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.’” (QS. Maryam: 24-26)
Maryam melihat al-Masih yang tampan wajahnya. Wajahnya tidak kemerah-merahan dan rambutnya tidak keriting seperti anak-anak yang lahir di saat itu, tetapi ia berkulit lembut dan putih. Anak itu diselimuti dengan kesucian dan kasih sayang; anak itu berbicara kepada Maryam agar ia menghilangkan kesedihannya dan meminta padanya agar menggoyangkan batang-batang pohon kurma supaya jatuh darinya sebagian buahnya yang lezat dan Maryam dapat memakan dan meminum darinya sehingga hatinya pun penuh dengan kedamaian serta kegembiraan dan tidak berpikir tentang sesuatu pun. Jika Maryam melihat atau menemui manusia, maka hendaklah ia berkata kepada mereka bahwa ia bernazar kepada Allah SWT untuk berpuasa dan tidak berbicara kepada seseorang pun.
Maryam melihat al-Masih dengan penuh kecintaan. Anak itu baru dilahirkan beberapa saat tetapi ia langsung memikul tanggung jawab ibunya di atas pundaknya. Selanjutnya, ia akan memikul penderitaan orang-orang fakir. Maryam melihat bahwa wajah anak itu menyiratkan tanda yang sangat aneh. Yaitu tanda yang mengisyaratkan bahwa ia datang ke dunia bukan untuk mengambil darinya sesuatu, tetapi untuk memberinya segala sesuatu. Maryam mengulurkan tangannya ke pohon kurma yang besar. Belum lama ia menyentuh batangnya hingga jatuhlah darinya buah kurma yang masih muda dan lezat. Maryam makan dan minum dan kemudian ia memangku anaknya dengan penuh kasih sayang.
Puisi Tentang Kalian Kawan
Kawan,
Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama??
Aku tak ingin tau,
Karna kamu selamanya bagiku…..
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan airmata yang terlanjur jatuh….
Takan berubah menjadi nestapa
Denganmu,kepenatanku tergilas sirna
Terkadang disatu waktu,
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan,
Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku
Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu
Ingatkah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku , kamu dan kehidupan……
